Pages


Pencipta dan pimpinan eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg, dikabarkan akan mendonasikan US$100 juta pada sekolah-sekolah di Newark. Begitu diberitakan oleh New York Times.

Zuckerberg akan membuat sebuah pengumuman resmi tentang hal itu hari Jumat (24/09) besok dalam acara THE OPRAH WINFREY SHOW. Dalam acara itu, Zuckerberg juga akan ditemani Gubernur New Jersey, Chris Christie, dan Walikota Newark, Cory Booker.

"Nggak sabar menunggu datang di acara Oprah Jumat besok! Tontonlah dan Anda akan tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi di Newark," tulis Walikota Booker dalam akun Twitter miliknya Rabu (22/09) kemarin.

Hadiah ini bakal menjadi langkah pertama Zuckerberg menjadi sponsor dalam sebuah dana untuk pendidikan. Lelaki asli California itu memang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan area Newark, namun Zuckerberg telah menemui Walikota Booker dalam konferensi yang dilakukan bulan Juli lalu. Dan mereka berdua terus membicarakan tentang kota tersebut.

Sampai saat ini, US$100 juta adalah sumbangan terbesar yang pernah diterima oleh pendidikan dengan sistem bermasalah di sana. Sekolah di Newark sebenarnya sudah diawasi oleh negara sejak 15 tahun yang lalu namun tetap saja menghasilkan nilai tes dan angka kelulusan yang rendah di New Jersey.

Sampai saat ini, juru bicara Facebook mengatakan jika belum ada sesuatu yang harus mereka umumkan. (pcm/npy)

Editor KapanLagi.com, Hollywood - Kam Sep 23, 2010 23:22 WIT
Malang (ANTARA) - Sebanyak 66 pasien masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur akibat putus cinta atau faktor asmara.

"Dari 66 pasien tersebut, mayoritas adalah pasien yang masih berusia muda yakni antara 20 hingga 30 tahun," kata Kepala Humas RSJ Lawang, Hery Juwanto, Kamis.

VIVAnews - Cepat tidaknya sukses yang diraih seseorang dalam berkarier, dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor terbesar ternyata berasal dari diri sendiri.

Karena itu, jika ingin mendapatkan promosi jabatan lebih cepat, ada dua hal penting yang harus diperhatikan. Yaitu, konteks (penampilan) dan konten pribadi (kinerja) Anda. Jika dapat memamerkan dua hal ini, karier Anda akan melesat lebih cepat.

Berikut tips meningkatkan konteks dan konten Anda agar performa Anda meningkat dan berada di atas rata-rata.



VIVAnews - Anda pasti tidak ingin memiliki bentuk perut yang buncit. Selain tidak indah dilihat, perut buncit berbahaya bagi kesehatan.

Untuk itu, segera singkirkan lemak berbahaya di perut Anda dengan tiga langkah mudah berikut.

KOMPAS.com — Sebuah hotel di Maladewa menawarkan tamunya tempat menginap paling romantis, sebuah suite kaca di dasar Samudra Hindia.

Hotel Conrad telah mengonversi restoran bawah air mereka "Ithaa" di resor Kepulauan Rangali Maladewa menjadi suite bulan madu di bawah gelombang laut. Akuarium berkubah terbalik itu biasanya berisi selusin pengunjung restoran dan menyuguhkan pemandangan mengamumkan tentang kehidupan bawah laut yang eksotis termasuk ikan kakaktua (parrot fish) dan kakap bergaris biru.

VIVAnews - Ingin lebih langsing? Cobalah bernapas dengan benar. Mempraktikkan teknik pernapasan dengan benar bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Itu karena keseimbangan antara pemikiran dan tindakan diperlukan dalam pelangsingan tubuh.

"Stres emosi bisa membuat berat badan meningkat, karena mempercepat konversi dari kalori menjadi lemak. Sehingga Anda lebih mungkin untuk makan lebih banyak atau memilih makanan yang tidak sehat selama masa stres," kata Dean Ornish, MD, kepala Preventive Medicine Research Institute di California, Amerika Serikat.

VIVAnews - Menyelesaikan pekerjaan sama setiap hari memang dapat menimbulkan kejenuhan dalam bekerja. Akibatnya, semangat kerja menurun. Dan, Anda pun tak punya motivasi untuk menuntaskan pekerjaan yang dibebankan perusahaan.

Saat rasa bosan di kantor melanda Anda, jangan didiamkan. Buat diri Anda bersemangat dan termotivasi untuk kembali bekerja. Bagaimana membangkitkan motivasi kerja?

Semangat dan motivasi ada dalam diri seseorang karena dipengaruhi faktor intern dan ekstern, seperti masalah dalam keluarga, sikap dan kebijakan pimpinan yang tidak kondusif, penyakit yang sedang Anda derita, keinginan untuk naik jabatan, atau tergiur bonus yang dijanjikan perusahaan.